Berantem? Gak sih. Tapi anehnya, ia agak terganggu begitu melihat Andros yang tak begitu menegurnya. Ya biasanya kan setidaknya, Andros masih menegurnya atau bahkan merecokinya ketika ia makan. Namun hari ini tidak ada. Andros kembali sibuk dengan teman-temannya seperti sedia kala. Jujur, ia memang merasa tersentil sekali dengan kata-katanya yang terakhir. Ia menarik nafas dalam. Makin sendirian. Kalau dipikir-pikir, bukan kah ia juga yang menginginkan? Dari dulu, ia memang ditolak oleh banyak orang. Yaa dihina dari segi fisik yang membuatnya berkecil hati. Ketika sudah dewasa, ternyata pemikiran orangtuanya tak sama dengan teman-teman yang lain. Ia hanya sedang berada pada titik di mana ia harusnya berdamai pada diri sendiri. Namun ia belum bisa menerima semua itu. Andros sebenarnya m

