Lelah dengan wisata sederhana, mereka akhirnya pulang usai solat ashar berjamaah. Hanum tampak bengong memerhatikan jalanan. Kalau Maira dan perempuan lainnya justru tampak pulas. Agha dan Eril masih asyik mengobrol. Rayyan? Sesekali menimpali dari belakang. Yudha juga pulas. "Saya juga gak tahu. Allah yang menggerakkan hati saya sama seperti ketika saya ingin berbuat sesuatu yang baik. Itu juga karena Allah yang inginkan." Begitu jawaban sederhana Eril. Jawaban yang aangat berbeda jauh dibandingkan dengan laki-laki lainnya. Karena ya kalau dulu itu..... "Kamu solehah, Hanum. Kamu juga cerdas. Laki-laki mana yang tidak mau?" "Kamu cantik, Hanum. Kamu juga baik. Maka itu sudah sudah cukup bagiku." "Kamu punya senua yang laki-laki inginkan, Hanum." Begitu ia ceritakan pada teman-teman

