"Tidak ada kebenaran yang mendua." -Akilla Ainina Gardiawan- °°°°°°°°°° Darah itu keluar di bagian kiri perut Barra. Laki-laki itu tersenyum manis pada Killa, membuatnya tak percaya bahwa yang ada di hadapannya benar-benar suaminya. Barra menahan aliran darah bekas tembakan di perutnya dengan telapak tangannya. Stella membidiknya lagi. Perempuan ular itu benar-benar ingin mengahabisi Barra dan Killa secara bersamaan. Barra hanya diam saja kala Stella mulai membidiknya. Laki-laki itu tak berniat menghindar atau pun membawa Killa pergi karena tinggal menunggu hitungan menit, mereka berdua akan segera diringkus oleh pihak yang berwajib. Dor... Satu tembakan Vero berikan dari arah belakang, membuat Stella dan Clara terkejut karena Barra tidak datang sendirian. Barra membawa kedua teman

