•Sinyal Aneh•

1790 Kata

"Satu per satu sinyal aneh itu terkumpul jadi satu. Saat aku mulai menyadari peringatan itu, semuanya telah terlambat." -Barrabas Mahesa- °°°°°°°°°° "Gue capek, Barr." Barra melirik Killa sekilas yang terbaring lemah di atas ranjang. Tangannya tengah memilih-milih jam tangan apa yang cocok untuk dipakainya hari ini. "Lo sakit?" "Cuma rada nggak enak badan aja," Killa menyembunyikan sedikit wajahnya di balik selimut putihnya. "Bisa nggak, sih, kita ngelakuinnya cuma sekali atau dua kali aja." Barra tertawa renyah. "Ya, nggak bisa lah." "Gue selalu lemes. Dan nggak punya tenaga buat beraktivitas setelahnya." Jujur. Killa merasakan tubuhnya seperti diinjak-injak oleh raksasa besar hingga terasa sekali remuknya. Bagaimana bisa Barra melakukannya selama beberapa jam nonstop, tanpa amp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN