•Lebih Peduli Lagi•

1519 Kata

"Tak selamanya, dedaunan tetap berada di rantingnya. Tak selamanya, batu itu keras. Ada saatnya ombak pantai datang guna menghancurkannya secara perlahan. Dan tak selamanya kamu adalah kamu. Ada saatnya pula kamu memilih untuk berubah. Entah itu kapan. Itu harapanku." -Akilla Ainina Gardiawan- °°°°°°°°°° Tubuh mungil itu dibawa masuk ke dalam ruang instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat. Barra menghentakkan kakinya dengan tak santai selama berada di ruang tunggu bersama Atta dan Vei. Dokter sedang melakukan pemeriksaan terhadap tubuh mungil istrinya itu. "Barra, jujur sama Mama." Vei mendekatkan dirinya pada anak laki-lakinya itu. Kedua tangannya memegang bahu Barra. "Apa yang kamu lakuin sama Killa... selama kalian nikah?" "Ini belum satu bulan pernikahan, Barr. Gimana ke d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN