Kenzo beralih pada Kenzie.”Kamu mau tinggal dimana mulai sekarang? Kan sudah ada kerjaan.” “Di hotel aja,lah, Pa,”sahut Kenzie. “Ya sudah.” Kenzo mengangguk setuju. “Pa, setuju,kan kalau Ibu Direktur kita ini menjadi menantu Papa?”tanya Kenzie. “Kenzie,”ucap Seva tanpa sadar. “Sangat cocok, tapi kamu cocok nggak,ya, untuk Ibu Seva?”tatap kenzo dengan ejekan khasnya. Kenzie bersedekap, lalu membuang wajahnya sebagai bentuk ketidaksukaannya pada sang Ayah. “Bu Seva, apa Ibu bersedia menjadi kekasih Kenzie?”tanya Kenzo spontan. Seisi ruangan tersentak. Seva meremas tangannya sendiri, pertanyaan yang sungguh menjebak. Bagaimana cara menjawabnya jika yang bertanya adalah Papanya Kenzie yang notabenenya adalah pemilik perusahaan. Jika digantung, rasanya tidak mungkin, ditolak apa lagi. T

