Dengan perut besarnya, Seva dan Kenzie melewati pintu pemeriksaan. Setelah itu mereka naik lift menuju lantai sembilan. Seva rindu ruangan semasa ia menjadi HRD. “Ibu Seva!”panggil Isti. Seva menoleh, lalu ia tersenyum sekaligus heran kenapa Isti ada di sini dan mengenakan stelan kerja dan ID karyawan.”Hai, Bu Isti…sudah lama, ya nggak ketemu.” “Iya, Bu, semakin cantik saja, ya,”katanya sambil tertawa riang. “Bu Isti kerja di sini?”tanay Seva. Isti mengangguk.”Iya, Bu, setelah anak kami meninggal, saya memutuskan untuk kerja.” “Innalillahi, meninggal? Maksudnya anak kalian yang pertama itu?” Seva cukup syok mendengarnya. Isti tersenyum kecut.”Iya, Bu…waktu itu saya mengalami gangguan mental setelah melahirkan, ya ceritanya cukup panjang sekali dan menyakitkan. Saya kurang memerhatik

