Pukul: 15. 00 Ello menatap lurus ke depan, seolah menembus jendela kaca di depannya. Ia berdiri termenung di tempat itu dengan tatapan yang tidak bisa lepas dari makhluk mungil yang sedang menutup mata dengan tentang. Seharusnya dirinya merasa bahagia saat ini, tapi apa pantas ia tampak bahagia disaat Istrinya sedang dalam keadaan hidup dan mati? "El." panggil Yohan sambil menepuk bahu Anaknya pelan. Ello tidak menoleh sedikit pun. Matanya masih sangat betah memandangi bayinya yang ada di dalam ruangan sana. Meskipun dirinya belum bisa menyentuh anak itu karena keadaannya yang memang belum waktunya untuk dilahirkan dan Ello paham itu. "Dia masih sangat kecil. Aku sungguh tidak tega melihatnya." ucap Ello sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan sesuatu yang akan keluar dari matan

