Kenhart menatap wajah Christian dengan tajam. Hari ini, lelaki itu menemuinya di ruangan untuk menyerahkan bukti bahwa uang yang dia berikan sudah dikembalikan kepada para pejabat itu. Itu berarti mereka sudah aman. Tak ada yang perlu dirisaukan lagi. "Ada yang salah dengan wajahku? Mengapa kau menatap seperti itu?" tanya Christian. Dia merasa sedikit bingung dengan sikap sahabatnya ini. Kenhart tak menjawabnya, malah mengalihkan pandangan kepada sebuah surat yang ditanda tangani oleh beberapa nama, yang tadi diserahkan oleh sahabatnya itu. Surat ini legal, ada stempel khusus sehingga berkekuatan hukum. Sekarang dia merasa tenang, sudah terlepas dari suatu masalah. Dia hanya tinggal menunggu hasil penyelidikan tentang pelaku penculikan Tiffany. Lalu memprosesnya secara hukum. Para penja

