A Hope

1134 Kata

Dua orang itu bertatapan dengan malu-malu. Dengan sabar Kenhart membantu Tiffany turun dari tempat tidur dan menyerahkannya kepada perawat jaga. Gadis itu ingin ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah mereka sarapan berdua tadi. Kenhart ingin mengantarnya sampai ke dalam, membantu semua keperluan gadis itu, tapi gadis itu melarangnya. Tentu saja dia malu, dan juga merasa dirinya kotor. Tiffany sebenarnya ingin kembali menangis menumpahkan semuanya. Namun, tenggorkannya kering dan terasa sakit, juga mata yang bekak dan perih. Apalagi ada perawat khusus yang datang tak lama setelah mereka menghabiskan makanan, dia menahan semua perasaannya. Sambil menunggu sang pujaan hatinya mandi, Kenhart bersandar di sofa sambil membuka ponselnya dan memeriksa pesan atau email yang masuk. Ada bany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN