Bab 22

1460 Kata

“Mawa?” Ia refleks berbalik, menatap seorang perempuan cantik yang gaunnya menjuntai panjang dengan make-up tipis natural. Hiasan kepala berbentuk bunga menambah kesan manis dan elegan, sudah cukup membuat perhatian Dave teralihkan sepenuhnya. Sepersekian detik Dave termangu, apakah benar wanita itu adalah mantan istrinya? Sang mantan istri yang tidak pernah ia hargai selama ini? Beberapa kali ia mengerjapkan mata, berharap ini hanya mimpi buruk dan sebentar lagi akan terbangun. Namun, sial sekali, semua terlalu nyata untuk sekadar dianggap bunga tidur. Dave menghela napas panjang, mengepal tangannya sendiri. Emosi yang mulai naik ke ubun-ubun membuat pria itu segera duduk di tempat yang disediakan, bersama orang-orang penting lainnya. Sementara Mawa yang tidak sengaja menangkap tatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN