Aku segera merubah posisi tidurku menjadi posisi duduk di ranjang yang aku tempati ini. Kusandarkan kepala, sambil memperhatikan opah Carlos yang nampak menuang air di gelas. “Minum dulu, Nak. Buka mulutnya!” ucap opah Carlos dengan lembut, sambil menyodorkan segelas air minum untuk membantuku meminumnya. Aku mengikuti ucapannya dengan patuh, sambil meneguk sedikit minuman yang diberikannya. “Sudah, Opah! Terima kasih,” ucapku menahan gelas yang dipegangnya. “Kok, sedikit sekali minumnya, Nak? Memangnya kamu tidak haus, huem?” tanya opah Carlos yang nampak terlihat begitu khawatir kepadaku. Sebenarnya tenggorokanku memang merasakan haus yang teramat sangat. Namun, aku sedikit malu kalau harus dibantu minum seperti ini. “Eeem, biar Areta yang minum sendiri, Opah,” ucapku sedikit canggu

