Memanen Kebahagiaan

1727 Kata

“Ibu— mau makan sate kronyos apa enggak?” Kalila tertawa melihat suaminya yang baru masuk ke dalam kamar dengan penampilan acak-acakan. Badannya pun bau gosong setelah membakar sate dengan mertua dan para iparnya. “Makan Bapak saja. Perut aku sudah kenyang.” “Yakin gak mau coba sedikit?” “Seribu yakin. Buat Bapak saja.” Elard memilih duduk diatas sofa, menaruh piring bambu yang dibawanya ke atas meja, lalu mulai menyantap makanannya. Malam ini adalah malam terakhir mereka berada di Bandung. Besok pagi akan kembali ke Jakarta untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Acara baby moon berlangsung sesuai keinginan Elard dan Kalila. Karena Pak Ihsan tidak merusuh dan tantrum setelah dijinakkan oleh sang istri. “Enak banget bumbu buatan Mama— aku sampai gak bisa berhenti makan,” uja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN