“Sayang— maaf ya, semalam aku pulang sangat larut,” ujar Elard yang kesekian kalinya setelah bangun tidur. “Iya, Mas. Aku nggak marah. Kenapa minta maaf terus?” Kalila sedang membersihkan kamarnya. Setelah menaruh beberapa pakaian dan barang pribadinya ke dalam lemari. Setelah subuh, dia membantu Bundanya menyiapkan sarapan. Dibantu juga oleh Nawa. Bibik yang biasa memasak diliburkan, karena menantu dan calon menantu Bunda Aisha yang akan memasak. “Hari ini sepertinya aku akan pulang telat lagi. Eithan masih mengurus pekerjaan di Kalelard. Belum bisa membantu di perusahaan pusat.” “Nanti siang aku akan pergi dengan Kak Titania. Semisal Mas mau lembur, aku akan membawakan makanan untuk makan malam.” Elard menaruh kepalanya di pangkuan Kalila setelah duduk di pinggir ranjang. Meli

