41. Patah Hati (Lagi)?

1063 Kata

Sejak menerima pesan dari Ayu, berkali-kali Buana mencoba menghubungi nomor ponselnya, tapi tidak aktif. Buana berfirasat buruk dengan hal ini, sehingga sore ini, sepulang kantor, ia menyempatkan diri ke rumah paman Ayu. "Silakan masuk nak Buana.." Sambut paman Arkan dengan ramah. Buana masuk dengan canggung, ia melihat ke sekeliling rumah dan tidak menemukan tanda-tanda kehadiran Ayu. "Maaf paman, Buana jadi ganggu jam istirahatnya" Ucap Buana dengan sopan. Paman Arkan tersenyum maklum, " Ah tidak apa-apa, nak.. Kebetulan juga rumah sepi jadinya paman kan ada teman ngobrol." Ungkapnya kemudian. Buana tersenyum masam, jadi memang benar Ayu tak ada di rumah ini? "Nak Buana mencari Ayu ya?" Tanya paman Arkan tiba-tiba. "Eh iya paman. Tadi pagi Ayu menghubungi tapi kemudian sampai sekar

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN