#Danendra “Mau apa lo?” tanya gue ketika Amber berdiri di depan bangku gue sambil tersenyum sok manis. “Gue punya dua lembar undangan aja. Sementara di kelas ini ada 30 anak. Gue harus memilih secara diam-diam supaya nggak menimbulkan kecemburuan sosial,” ucap Amber nggak tahu lagi ngomongin apa, sambil mengipas-ngipaskan entah apa di tangannya. “Ngomong apa lo? Nggak jelas!” balas gue, kemudian bangkit dari kursi dan melipir dari hadapan Amber. “Duduk dulu! Gue belum selesai ngomong!” Amber menarik tangan gue lalu meminta pada gue supaya duduk kembali. Gue mengembuskan napas kesal dan menatap jengah pada cewek bule itu. Amber ini sebenarnya cantik dan unik. Tambahan wajah bulenya itu proporsional. Nggak kelihatan bule banget, tapi juga cukup menunjukkan kalau dia adalah warga ket

