Yasmin dan Shella berjalan melangkah menuju ruangan Brian di kantor setelah pulang kerja. Shella sebagai gadis kecil yang sangat mendukung rencana pernikahan sang ayah dengan Yasmin. Berharap wanita yang tengah hamil itu bisa segera menjadi ibu sambungnya. Merindukan sosok ibu yang sama sekali belum ia rasakan sejak lahir. Hanya bisa membayangkannya dalam mimpi saja. Kini setelah Yasmin menerima lamaran Brian, Shella merasa sangat senang dan antusias guna menyongsong hari pernikahan, termasuk jadwal malam ini yakni fitting baju pengantin di wedding organizer yang ada di Denpasar, Bali. Shella pun melangkah riang sambil digandeng tangannya oleh Yasmin. Sesekali menoleh ke arah calon ibu sambungnya itu seraya tersenyum. “Ayo, Ma, Shella nggak sabar ketemu Papa terus ikut Mama Yasmin dan P

