Yasmin segera masuk ke toilet wanita untuk menghindari Arthur. Berencana untuk bisa berlama-lama berada di tempat itu. Tak ingin berdekatan dengan Arthur, takut tak bisa mengendalikan dirinya yang mulai dilanda rasa galau akibat pertemuannya dengan pria yang sudah menanamkan janin ke dalam rahimnya tersebut. Tak mau luluh di tangan pria yang sudah memberinya berbagai macam ‘luka' untuknya selama ini. Harus kehilangan kehormatan sebagai wanita, pekerjaan yang cukup bergengsi di kota besar, pindah ke tempat asing untuk bertahan hidup, harus mengandung anak sendirian, dan lain-lain sebagainya. Ketika wanita berkulit putih dan bermata indah itu sudah memasuki toilet, ia mulai mengeluarkan ponsel dari pouch hitam yang ia bawa. Berencana hendak menghubungi Brian untuk memastikan calon suaminya

