Pesawat terbang komersial yang ditumpangi oleh Arthur Atmaja pun tiba di Bandara Juanda, Surabaya, sehari setelah kedatangannya ke Jakarta. Sesuai dengan janjinya pada Alicia, pria itu bergegas mengunjungi sang adik di salah satu kediaman mewah milik keluarga Atmaja yang ada di Kota Pahlawan. Ia tampak gelisah akibat perselingkuhan yang telah dilakukan oleh suaminya, Haikal Syarif. Arthur adalah sosok pria dingin yang sangat membenci adanya pengkhianatan. Akibat hubungan masa lalunya yang kandas di tengah jalan karena sang mantan kekasih yaitu Kimberly Watson yang telah berselingkuh di balik seorang Arthur.
Kini dengan adanya kabar mengenai sang adik ipar yang ketahuan berselingkuh di belakang Alicia, membuat Arthur geram setengah mati. Tak ingin adiknya itu mengalami hal serupa dengan kakaknya hingga sakit hati. Ingin sekali Arthur membuat perhitungan pada Haikal, namun Alicia selalu melindungi sang suami akibat cinta matinya untuk pria berdarah Saudi Arabia dari keturunan kakeknya itu.
Terlintas kejadian semalam saat Alicia menanti Haikal pada jam pulang kerja berlangsung. Wanita berdarah Indonesia – Jerman itu berdiri di depan ruang kerja sang suami dengan tangan bersedekap. Wanita yang berasal dari keluarga kaya raya itu menanti keluarnya Haikal dari sana sambil mengernyit. Sementara itu Haikal yang tahu istrinya menunggu di depan hanya bisa mendesah pasrah seraya membatin.
Memang sudah takdirku untuk menjadi suami dari Alicia Atmaja. Aku berusaha mencintainya, tapi susah. Aku nggak bisa membohongi diriku sendiri jika hatiku hanya untuk Yasmin. Tetapi aku juga mengabaikan apalagi sampai meninggalkan Alicia begitu saja. Takdir memaksaku untuk tetap harus bertahan. Semua ini demi Ummi Salamah.
Haikal menarik napas panjang lalu menghembuskannya. Pria itu mau tak mau harus keluar dari ruang kerjanya untuk beranjak pulang ke apartemen yang lokasinya tak jauh dari kantornya sekarang. Ketika Haikal membuka pintu ruang kerjanya, Alicia langsung menghampiri pria berjambang itu.
“Haikal, aku harus bicara empat mata denganmu sekarang. Jangan mengelak! Kau ini suamiku!” tegas Alicia sambil menatap lekat pada suaminya.
Haikal mendesah. “Oke, kita bicara di apartemen saja. Aku nggak mau kamu bikin keributan lagi di sini.”
Alicia mengangguk. Lantas pria itu bergegas pergi meninggalkan kantor untuk pulang ke apartemen milik pria itu bernama Apartemen Waterplace Residence Tower A yang berada di sekitar kawasan Pakuwon Mall Surabaya. Lokasi yang dekat dengan kantor Haikal juga.
Sesampainya di apartemen mewah tersebut, Alicia yang sakit hati akibat perselingkuhan suaminya membalas pria itu dengan cara yang tak disangka-sangka oleh Haikal. Pria itu mengira akan dipukuli dan diomeli habis-habisan oleh istrinya Alicia, namun ternyata bukan kekerasan fisik yang didapatkan oleh pria melainkan malah dicumbu bertubi-tubi oleh Alicia.
Alicia bukan wanita lemah layaknya perempuan yang harus menangis darah ketika mengetahui suaminya berselingkuh di belakangnya, melainkan jadi wanita agresif yang langsung menerkam Haikal di apartemen milik suaminya itu. Selain sebagai pelampiasan akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh Haikal, sebenarnya karena rindu yang tertahan juga setelah mengalami long distance mariage selama berbulan-bulan dengan suaminya itu. Cinta mati yang dirasakan oleh Alicia, mampu mengalahkan emosi dan sakit hati akibat perselingkuhan Haikal.
Haikal yang terlonjak dengan sikap Alicia, hanya bisa menuruti kemauan wanita yang berstatus istri sahnya tersebut, meskipun hati dan pikirannya dipenuhi oleh Yasmin. Di sela-sela ciuman panasnya, wanita kaya raya itu sempat berbisik di telinga suaminya.
“Aku nggak mau seperti wanita-wanita yang merasa tersakiti akibat suaminya berselingkuh. Aku Alicia Atmaja harus mendapatkan apa yang kumau, termasuk merebut kembali apa yang menjadi milikku seutuhnya yaitu kamu, Haikal. Jangan pernah menyelingkuhiku lagi! Aku takkan membiarkanmu menduakanku lagi dengan wanita jalang itu!” bisik Alicia lalu segera melucuti seluruh pakaian yang dikenakan olehnya disusul dengan pakaian kerja yang dikenakan suaminya tanpa tersisa sehelai kain pun.
Dalam keadaan tanpa busana seperti itu, Alicia yang masih mengunci bibir Haikal dengan ciuman panas dan menggebu-gebu, lekas mendorong tubuh pria itu ke atas ranjang. Hendak melakukan hubungan suami istri bersama pria yang ketahuan menyelingkuhinya itu. Tanpa ampun hendak melakukan adegan ranjang dengan napas memburu.
“Jika alasanmu tega berkhianat adalah karena kita yang tinggal terpisah selama beberapa bulan ini, maka sejak hari ini aku akan tinggal di sini bersamamu, Haikal. Kau takkan bisa lagi berhubungan dengan wanita sialan itu. Aku akan memenuhi nafsu batinmu setiap hari agar kau tak bisa berpaling dariku lagi!” tegas Alicia yang langsung melanjutkan aksi mendebarkan mereka berdua dalam hal bercinta itu dengan memaksa Haikal untuk melakukan penyatuan tubuh dengannya. Melakukannya disertai perasaan campur aduk sebenarnya jika teringat akan perbuatan Haikal yang berani bermain api dengan wanita lain.
Haikal yang bergeming, hanya bisa tunduk pada kemauan istrinya itu. Terjadilah hubungan suami istri yang dipenuhi emosi itu dalam penyatuan tubuh yang berlangsung cukup lama. Haikal sukses mengalirkan benih-benih dari dalam tubuhnya ke tubuh istrinya itu, meski sebelumnya benih-benih yang disalurkan pada Alicia itu susah membuahkan hasil yakni hamil. Padahal sepasang suami istri itu sangat berharap bisa memiliki anak. Apakah hubungan suami istri yang mereka lakukan mendadak disertai emosi itu bisa membuahkan hasil nantinya?
Setelah Alicia dan Haikal berada di puncak kenikmatan, sepasang suami istri itu mengakhiri aktivitas mendebarkan mereka berdua di atas ranjang. Alicia langsung mendekap erat tubuh polos suaminya itu sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua yang tanpa mengenakan busana itu. Alicia membenamkan kepalanya di d**a milik sang suami sambil memejamkan mata, sedangkan Haikal merangkul tubuh istrinya seraya memikirkan hal lain.
Meski sukses melakukan aksi mendebarkan di atas ranjang bersama Alicia, namun dalam hati pria itu malah memikirkan Yasmin. Bayangan sosok cantik dari seorang Yasmin tetap memenuhi pikiran pria itu. Sungguh menyakitkan untuk Alicia jika tahu sang suami malah memikirkan wanita lain saat bersenggama. Di saat wanita itu sangat mencintai suaminya, pria itu malah mencintai wanita lain dan selalu memikirkannya. Bagaimana jika nanti Alicia sampai tahu? Wanita berdarah Indonesia – Jerman itu pun tertidur di d**a Haikal. Ketika istrinya tertidur, Haikal mencoba menghubungi ponsel Yasmin, tetapi ternyata ponselnya dalam keadaan tidak aktif.
Itulah yang terjadi setelah kedatangan Alicia sebagai istri sah dari Haikal Syarif. Kembali pada Arthur yang sudah tiba di Surabaya, pria tampan keturunan Jerman itu pun pergi meninggalkan bandara dengan dijemput oleh sopir keluarga Atmaja yang ada di Surabaya.
“Pak Arthur, ini kita mau pergi kemana dulu?” tanya sang sopir.
“Antarkan aku ke rumah orang tuaku yang ada di Surabaya. Raffles Garden Citraland, Surabaya Barat,” jawab Arthur yang terkesan angkuh dan kurang ramah.
“Baik, Tuan,” sahut sopir itu.
Mobil Mercedes Benz S-Class yang ditumpangi oleh Arthur Atmaja pun melaju cukup kencang dari jalanan sekitar Bandara Juanda menuju Citraland, Surabaya. Butuh waktu sekitar sejam untuk bisa sampai di kawasan perumahan elit tersebut. Sepanjang perjalanan, ponsel milik CEO perusahaan konstruksi terkemuka itu berdering. Tampak kontak milik ‘Kimberly Watson' tengah memanggil. Arthur yang tak ingin menjawab telepon dari sang mantan kekasih hanya mengabaikan telepon dari Kimberly saja.
Kimberly yang tak terima teleponnya dibiarkan saja oleh Arthur, lekas mengirim pesan pada pria itu dari Jerman.
Kimberly : [ Honey, have you arrived in Jakarta? Are you okay? I still miss you. Always missing you. ]
Pesan yang terbaca oleh Arthur itu pun hanya diabaikan oleh pria itu. Rasa sakit yang diciptakan Kimberly, tak mampu meluluhkan hati pria itu lagi. Tak ada kesempatan kedua untuk sang mantan kekasih. Selang 30 menit kemudian, pesan w******p dari wanita itu tak kunjung terbalas. Hanya dibaca saja dan Arthur dalam kondisi tengah online di aplikasi chatting itu.
Kimberly yang kesal, lekas mengirim pesan berantai pada Arthur. Berkali-kali sampai Arthur memblokir nomor telepon Kimberly.
Kimberly : [ Honey, please answer my questions.]
Kimberly : [ Honey ... ]
Kimberly : [ Arthur, please! ]
Kimberly : [ Arthur Atmaja!!! ]
Kimberly : [ Arthur!!! ]
Kimberly : [ Arthur, you're so mean. ]
Pesan terakhir sebelum diblokir oleh Arthur hanyalah berisi beberapa emote sedih dan menangis saja. Wanita Inggris itu sungguh agresif dan membuat Arthur jadi muak sambil berteriak dalam hati.
Berisik!!! Wanita Inggris pengganggu!
Tak lama kemudian, mobil sedang mewah yang ditumpangi Arthur pun tiba di depan rumah megah milik keluarga Atmaja yang ada di Surabaya. Terlihat Alicia yang sudah menanti kehadiran Arthur di depan pintu rumah. Arthur yang turun dari jok mobil, lekas diserbu sang adik dengan pelukan hangat.
“Bang Arthur, aku kangen kamu,” celetuk Alicia yang dalam keadaan masih mendekap kakaknya itu.
Arthur membalas dekapan adik kesayangannya itu. “Aku juga, Licia. Apa kau baik-baik saja? Bagaimana Haikal bisa---“
Alicia menyela ucapan Arthur. “Aku ceritakan di dalam rumah saja, Bang. Ayo kita masuk,” ajak wanita itu.
Arthur dan Alicia bergegas masuk ke dalam rumah keluarga Atmaja. Berniat menyusun siasat untuk membalas dendam pada Yasmin sesuai permintaan Alicia.
Sementara itu, pagi ini Haikal tampak gelisah akibat Yasmin yang tak masuk kerja hari ini. Sang Branch Manager yang khawatir terhadap wanita simpanannya itu jadi semakin gelisah ketika tetap menghubungi wanita itu.
“Elvira, tadi Yasmin izin nggak masuk kerja kenapa? Dia tak meminta izin padaku,” tanya Haikal cemas. Pria itu takut wanita pujaannya itu kenapa-kenapa.
Elvira selaku teman kerja Yasmin cepat menjawab. “Katanya tadi nggak enak badan, Pak. Sepertinya dia sakit. Tadi suaranya agak serak juga. Dia cuma berpesan untuk disampaikan pada Bapak. Setelah itu pembicaraan kami berakhir. Saya hubungi lagi cuma centang satu. Handphone-nya sudah nggak aktif,” cerocos salah satu staff customer service itu.
Haikal mendesah frustasi. Tampak pria beristri itu dilanda rasa galau.
“Kalau kau, Nadine, apa Yasmin tak bilang apa-apa padamu?” tanya Pimpinan Cabang Bank Swiss tersebut.
Nadine menggeleng. “Tidak, Pak. Dia tak menghubungi saya.”
“Ya sudah, kalau begitu terima kasih infonya. Aku keluar kantor dulu,” sahut Haikal yang diangguki oleh kedua karyawatinya tersebut.
Haikal terlihat terburu-buru beranjak meninggalkan kantor yang sedang dalam keadaan sepi nasabah itu. Saat Pimpinan Cabang kantor tersebut pergi, Elvira dan Nadine berbisik-bisik.
“Tuh kan, apa kubilang, Pak Haikal nggak sanggup ditinggal Yasmin. Zaman sekarang itu memang pelakor selalu di depan. Yasmin hebat ya, sampai bikin Pak Haikal klepek-klepek begitu. Memang pelakor kelas atas,” bisik Elvira yang dibalas dengan Nadine manggut-manggut.
“Iya, benar kamu, El. Kita harus jaga pasangan kita jangan sampai diembat sama pelakor. Bisa aku cincang-cincang kalau sampai ada pelakor berani. Awas aja!” celetuk Nadine geram jika membahas tentang wanita perebut suami orang.
Elvira dan Nadine yang bergosip, mengundang perhatian Della selaku Supervisor Operasional Bank Swiss. Wanita dewasa itu lekas menghampiri kedua bawahannya yang tengah bergosip sambil berkacak pinggang.
“Berhenti menggosipnya. Ini masih dalam waktu jam kerja operasional. Kembali ke meja kerja kalian masing-masing sekarang!” perintah Della selaku atasan mereka berdua.
Elvira dan Nadine pun terlonjak dengan suara berat dari atasan mereka itu. Mereka berdua lekas menjawab ucapan Della.
“Baik, Bu,” sahut Elvira dan Nadine bersamaan. Kedua staf customer service itu pun kembali di meja kerja mereka masing-masing.
Seketika kedua staf customer service tersebut sibuk dengan komputer mereka sendiri-sendiri. Mulai melakukan pengecekan pada transaksi nasabah-nasabah yang depositonya jatuh tempo hari ini. Ada yang menyiapkan buku cek atau bilyet giro yang dibutuhkan oleh nasabah yang bertransaksi hari ini. Itulah sekilas pekerjaan sebagai staf customer service salah satu bank asing yang ada di Indonesia. Biasanya Yasmin melakukan hal yang sama. Namun hari ini, meja kerjanya kosong karena wanita cantik itu tidak masuk kerja.
Beralih pada Haikal yang tengah mengendarai mobil Lexus miliknya itu dengan kecepatan cukup tinggi untuk bisa cepat sampai di kos-kosan Yasmin yang lokasinya tak jauh dari kantor. Hanya lima menit saja. Pria itu cemas sekali pada Yasmin. Apalagi hari ini adalah hari Jumat yang artinya besok dan lusa adalah hari libur untuk para pegawai bank. Ditambah lagi dengan rencana Yasmin yang hendak pulang kampung di rumah kedua orang tuanya di Batu. Ia ingin memastikan jika Yasmin baik-baik saja di tempat kosnya.
Sesampainya di tempat itu, Yasmin yang paham jika Haikal akan mencarinya di kos-kosan mulai berkoordinasi dengan para pengurus kos-kosan untuk tidak mau menerima tamu siapapun itu, terutama yang bernama Haikal Syarif. Seperti ini pesannya tadi saat Yasmin memutuskan untuk tidak masuk kerja dan mengurung diri saja di kamar kos.
“Bu, nanti kalau ada yang mencari saya terutama rekan kerja saya di kantor, saya nggak mau bertemu. Saya nggak mau bertemu dengan siapapun hari ini. Saya nggak enak badan. Besok harus pulang kampung juga ke Batu,” pesan Yasmin yang diangguki oleh pengurus kos.
“Oh iya, baik, Mbak. Nanti saya akan menolak jika ada yang mau bertemu dengan Mbak Yasmin. Apa Pak Haikal yang sering antar jemput Mbak Yasmin juga nggak boleh?” tanya si pengurus kos.
Yasmin menggeleng. “Nggak boleh, Bu. Terutama Pak Haikal. Saya nggak enak badan,” tolak wanita berdarah timur tengah itu.
“Ok, siap. Baik, Mbak,” sahutnya.
Kini seorang Haikal Syarif yang sudah berada di depan kos pun menerima penolakan untuk bertemu Yasmin sesuai pesannya tadi. Ia jadi semakin frustasi tentang ini. Pria itu mengepalkan kedua tangan akibat susah menghubungi dan bertemu wanita yang dicintainya tersebut.
“Tolong, Bu. Izinkan saya bertemu Yasmin. Saya khawatir sama dia. Saya takut dia kenapa-kenapa,” rengek Haikal yang tetap ditolak oleh sang pengurus kos.
“Maaf, Pak. Mbak Yasmin tak enak badan. Nggak mau diganggu oleh siapa pun. Tolong hargai keputusan Mbak Yasmin. Terima kasih,” tolak wanita paruh baya itu lalu bergerak meninggalkan Haikal di depan kos.
Haikal hanya bisa mendengkus pasrah dengan keputusan Yasmin. Sedangkan Yasmin yang sempat melihat Haikal dari jendela kamar kos, berurai air mata. Cairan bening mengalir dari pelupuk mata wanita cantik itu.
Maafkan aku, Mas. Aku lakukan ini demi kebaikan kita berdua. Aku nggak mau jadi wanita idaman lain untukmu, Mas Haikal. Kau harus bisa ikhlas untuk melepaskanku dan kembali pada istrimu saja. Batin Yasmin yang hatinya terluka akibat dibohongi oleh Haikal.
Haikal pun pantang menyerah. Selama hampir dua jam pria itu menunggu Yasmin di luar kos, namun tetap saja nihil. Yasmin menutup rapat pintu kamarnya. Ia menangis di dalam kamar. Haikal yang menjabat sebagai Branch Manager pun tak bisa berada di sana lebih lama. Setelah mendapat panggilan telepon dari kantor, terpaksa pria itu harus kembali di kantor.
Yasmin mendesah lega ketika tahu Haikal sudah pergi dari sana. Sejam setelah kepergian sang Branch Manager, Yasmin yang mengalami sakit kepala mendadak, terpaksa harus keluar kamar untuk membeli obat di apotek. Namun sialnya, saat berjalan menuju apotek, wanita cantik itu ternyata diikuti oleh orang asing. Yasmin yang mulai merasa diikuti segera menambah kecepatan jalannya hingga berlari. Mendadak harus merinding akibat dikejar-kejar oleh pria semacam suruhan orang lain.
Yasmin yang berlari dengan napas ngos-ngosan di kawasan yang tergolong sepi itu akhirnya ditangkap oleh pria misterius itu. Lantas dibekap dengan sapu tangan hingga pingsan. Sebelum pingsan Yasmin sempat memberontak, tetapi gagal. Yasmin yang dalam keadaan tak sadarkan diri, segera dibawa masuk ke dalam sebuah mobil mewah yang berisi pria kaya raya yang tengah menyesap cerutunya. Pria dingin itu tak lain dan tak bukan adalah ....
“Tuan Arthur Atmaja, ini wanita yang Anda maksud. Sesuai foto dan penyelidikan yang dilakukan oleh Nyonya Alicia Atmaja,” tukas pria yang menangkap Yasmin itu.
Arthur yang mengenakan kaca mata hitam, lekas melepas kacamatanya itu sambil menatap tajam ke arah wanita yang tengah pingsan itu sambil berkata.
“Bagus, rebahkan dia di dalam mobil bersamaku. Aku akan membawa wanita ini untuk diberi pelajaran,” sahut Arthur arogan.
“Baik, Tuan. Wanita ini selanjutnya mau dibawa kemana, Tuan?” tanya pria suruhannya.
“Kita akan masuk ke tol arah Surabaya – Malang dan akan keluar tol di Tol Pandaan. Aku mau membawanya di Taman Dayu. Di sana ada villa milik keluargaku yang bisa digunakan untuk menyekap wanita sialan ini. Dia akan jadi tawananku di sana,” tutur Arthur yang diangguki oleh sopir dan pria suruhannya.
Mobil yang ditumpangi Arthur dan Yasmin pun melaju cukup kencang menuju ke arah Tol Surabaya – Malang. Arthur dengan sikap angkuhnya berhasil melakukan penculikan pada wanita simpanan adik iparnya. Dengan mudahnya seorang Arthur yang memiliki banyak mata-mata bisa menangkap seorang Ayana Yasmin. Apalagi Alicia sebelumnya juga sudah menyelidiki tentang Yasmin. Kini tinggal menunggu saat dimana Arthur akan menyiksa wanita tak bersalah itu.
Bagaimana kisah Yasmin selanjutnya? Bagaimana reaksi wanita cantik itu ketika ia sadar tengah jadi tawanan seorang Arthur Atmaja?