Seseorang sedang menungguku di depan tangga ketika aku tiba di penginapan lantai 3. Wanita yang sedang berdiri dengan gelisah itu adalah Nate. Wajahnya terlihat pucat saat ia mendekatiku. Kata-kata yang terucap di mulutnya terdengar putus-putus sehingga aku harus mendekat untuk mendengarnya lebih jelas. "Ada apa?" Tanganku menggenggamnya kuat dan aku berusaha menenangkannya. "Polisi itu. Mereka sudah menunggumu." Aku menatap ke ujung lorong tepat dimana dua detektif yang kukenali berdiri tepat di depan pintu kamarku. Sejenak aku merasakan tubuhku meleleh. Detektif yang lebih tua itu memandangiku kemudian bergerak mendekat. Satu yang lain, yang tampak lebih sinis mengikuti di belakangnya. Detektif berkulit hitam itu menjabat tanganku sedang yang lain enggan repot-repot untuk melakuka

