Lexington, Manhattan, New York City Rabu, 27 Desember 2017 - Semuanya tampak buram. Aku terjaga semalaman. Bayang-bayang itu seperti kabut gelap di depan mataku, aku tidak bisa menyingkirkan atau menyentuhnya tapi aku melihatnya, aku merasakannya. Tubuhku terperangkap di ruang yang gelap dimana ingatan berhamburan keluar dari kepalaku seperti sekumpulan lalat yang menyerangku. Suara-suara bergedengung di kepalaku. Aku dibanjiri oleh ingatan yang hilang sejak tiga belas tahun silam. Semua hadir secara acak seperti susunan puzzle. Aku melihat orang-orang yang kujumpai selama tiga tahun terakhir, aku mengingat Jane dengan tas merahnya, atau Annette dan putrinya Joanah. Aku ingat percakapanku dengan Danny di gerbong kereta. Itu benar-benar terjadi, aku tidak sedang membayangkannya. Kecual

