Bab 33 Gadis berambut sebahu, memakai jaket kulit berwarna hitam itu tak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Ia berjongkok sembari menenggelamkan kepalanya didepan sebuah ruangan bernuansa putih. Suara tangis juga terdengar hingga ketelinga Chaca dari dalam ruangan. Lorong panjang dengan bau khas rumah sakit tampak sangat sepi, mungkin karena sudah malam. Chaca nekat pulang ke jakarta setelah di beritahu oleh Ibu Dian jika gadis malang itu bunuh diri di atap sekolah. Sungguh miris, mungkin Dia benar-benar lelah akan segalanya. Jujur saja, Chaca tak menyangka jika Dian akan melakukan hal yang tak terpuji itu. Seharusnya kemarin Chaca tak usah ikut berwisata bersama teman-temannya. Harusnya Chaca yang harus menguatkan Dian. Semuanya terasa Chaca lah yang salah. Pintu terbuka, Cha

