Pagi ini suasana terasa panas sesak menjadi satu, Toni bagaikan akan berangkat ke medan perang . Dia bersiap siap mendapat amukan dari Raka karena telah merenggut kesucian adiknya. Padahal waktu Toni telah berjanji pada Raka untuk tidak merusaknya sampai mereka menikah nanti , tapi kenyataannya mereka termakan oleh bisikan setan yang lebih pandai mendobrak iman manusia. Tak terasa kini dia sudah berada di depan kantor, dia merasa perjalanan kali ini terlalu cepat padahal kenyataannya dia harus melewati kemacetan panjang pagi ini tapi itu terasa lebih cepat hanya karena dia ingin mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Dulu dia Dengan entengnya selalu menceritakan pada Raka setelah menikmati seorang wanita yang dia temui di clup ataupun kekasihnya tapi sekarang bagai di berik

