Bagaikan tersambar petir disiang bolong Raka memejamkan mata sejenak, mengurai kata demi kata yang baru saja dia dengar dari mulut Adel , lalu menyusunnya kembali bagaikan pazzel yang berukuran sangat mini hingga dia mampu membaca apa artinya begitu sulit Raka menerima Arti kata – kata Adel. Menggagalkan pernikahan,,, yah itu Arti yang sangat membuat Raka murka saat ini, sejenak Raka menutup matanya menahan gejolak emosi yang menggebu, rasanya ingin menyembur setinggi tingginya meluapkan kesembarang arah . beruntung Raka masih mampu menguasai semua itu, dia masih ingat jika yang dia hadapi ini adalah seorang wanita yang masih berstatus istrinya. Sedang Adel menutup rapat-rapat mulutnya dengan kedua telapak tangannya setelah menyadari apa yang telah di katakan, melihat Raka masih terpej

