Sinar mentari pagi menembus tirai jendela kamar Raka, membawa kehangatan yang menelusup pada pori- pori, mata Raka mengerjap terkena silaunya sinar yang masuk. Perasaan Raka tadi malam tidak ada horden yang terbuka ,namun pagi ini ada yang terbuka , tepat di pintu keluar menuju balkon. ‘ siapa yang membukanya? ‘ guman Raka dalam hati. Pelan – pelan Raka turun dari ranjang super besarnya berjalan hati – hati menuju balkon ingin tau apakah disana ada orang. Sesosok wanita paruh baya yang sedang bersedekap d**a menghadap ke luasnya pekarangan yang tampak dari balkon kamar Raka, dia adalah sang Ibu . Dengan perlahan Raka menghampiri Ibunya, dari wajah Bu Safitri Raka melihat ada sesuatu yang membebani pikiran sang Ibu. “ Buk,,,” panggilan itu membuat Bu Safitri terkejut dan menoleh ke ar

