Terkadang sesuatu yang kebahagiaan tidak langsung terlihat , terkadang harus melalui jalanan terjal untuk mendaki kepuncak kebahagiaan itu. Mungkin itulah kisah Raka jika digambarkan untuk merasakan kebahagiaan seperti ini. Kesalahan mengantarkan dia untuk belajar lebih baik dan baik lagi, saat ini tidak ada hal yang lebih penting selain keluarga kecilnya. Walaupun masih berwujud gumpalan darah, namun Raka merasa jika kini kebahagiaan itu semakin lengkap. Mereka menuruni tangga sambil bergandengan tangan, memasang wajah sedih seolah-olah apa yang mereka katakan tadi siang adalah suatu kebenaran. Dari bawah dua pasang orang tua yang menyaksikan menjadi ikut bersedih. “ Nak ,,, “ Bu Rina tak tahan jika hanya melihat dan menunggu saja di bawah, maka dia menjemput anaknya di beberapa ana

