Senyum seorang ibu nyatanya mampu membuat hati Toni tenang, tak seperti apa yang dibayangkan Mila tadi, Ibu Toni justru menyambutnya dengan baik, Mila dipersilahkan masuk dengan rangkulan hangat, mata Toni berbinar-binar beberapa kali dia membawa teman wanitanya ke rumah tapi baru kali ini Sang Ibu memperlakukan temannya seperti anaknya sendiri “ Apa kalian sudah makan? “ “ Belum buk tadi dari kantor langsung jemput Mila di apartemennya” “ Apartemen? Kmu tinggal di apartemen sama siapa Nak?” tanya Ibunya penasaran. “ saya tinggal sendirian Buk” Mila menjawab dengan sopan. “ Astaga kamu hidup seorang diri , Kalau kamu mau apa tidak lebih baik kamu tinggal disini saja biar ada temannya” sang Ibu penuh harap. Mereka seketika bengong mendengar ucapan Sang Ibu yang malah menginginka

