Gwen mondar-mandir di kamarnya entah sudah berapa lama. Sejak pulang, sejak mendengar percakapan Liam dan para saudaranya, dan sejak gadis itu masuk kamar, pikirannya tidak bisa pergi pada bayang-bayang semua percakapan itu. Terjemanahan semua percakapan itu kurang-lebih masih ada di ponsel Gwen, dan masih Gwen baca beberapa kali. Degup jantung gadis itu masih memburu setiap kali baca kalimat yang diterjemahkan dari percakapan itu, rasanya tanda tanya mengenai hidup Liam yang selama ini sudah menumpuk terasa semakin banyak dan tidak terjawab--entah belum. Masalahnya, Gwen tidak tahu bagaimana caranya bertanya dan mendapatkan jawaban untuk setiap pertanyaan itu. Gwen mengingiti jarinya, kebiasaan lama yang sudah tidak pernah Gwen lakukan namun kini muncul lagi. Kenapa? Gwen sendiri pun ti

