Gwen melarikan diri secepat yang dirinya bisa dari kamar itu. Dari tubuh Liam yang memeluknya dalam posisi berbaring dengan usapan lembut yang melenakan. Pintu kamar itu Gwen tutup dari luar, cukup keras hingga tadi hampir terdengar seperti sebuah bantingan sebenarnya. Gadis itu bersandar di sana, merasakan degup jantungnya yang menggila. Jantungnya tidak sanggup, jantungnya tidak kuat menerima stimulus itu hingga Gwen tidak memiliki pilihan lain selain pergi dari sana. Napas gadis itu masih memburu. Menaruh kedua tangannya menggenggam di depan d**a dengan mata tertutup. Gwen berusaha menormalkan kembali ritme detaknya yang tak wajar. Satu dua udara gadis itu hirup, buang, lalu hirup lagi beberapa kali ini hingga Gwen bisa merasa lebih tenang dibanding sebelumnya. Ini tidak bagus. Gwe

