"Minggir, Hyun. Biarkan saya pergi!" "Tidak, Mbak. Sebaiknya kita tunggu Mas Liam di sini." "Tunggu sampai kapan? Ini udah satu jam dan Mas Liam sama sekali nggak ada tanda-tanda kembali ke sini. Kalau kamu nggak mau antar saya ke tempat Mas Liam, biar saya ke sana sendiri!" "Mbak Gwen, Pak Liam bisa marah sama saya kalau Mbak seperti ini... Baiknya Mbak yang di sini, biar saya yang menyusul Pak Liam dan mencari tahu bagaimana keadaannya." "Dan kamu meminta saya untuk menunggu lagi?" "Sabar, Mbak. Sabar dan tunggu Pak Liam." Gwen menarik napasnya banyak-banyak, menghembuskannya kasar dan mendongak menatap Hyun yang berdiri menghadangnya untuk keluar dari rumah. "Saya udah ikutin kamu untuk sabar selama satu jam ini. Kamu mau saya sabar berapa lama lagi?" Hyun tidak tahu harus meres

