Liam merasa tubuhnya terasa lebih ringan ketika bergerak di ranjang tidurnya. Kepalanya tidak pusing sebagaimana Liam rasakan ketika bangun tidur di waktu biasa, tubuhnya juga terasa lebih rileks dan tidak kaku. Mungkin itu kenapa senyum di wajah Liam muncul meski belum membuka mata, karena tidurnya kali itu terasa benar-benar tidur yang berkualitas. Mata pria itu kemudian terbuka, seketika menyadari sesuatu ada di sudut matanya. Liam menoleh, mendapati Gwen rupanya yang tertidur dengan kepala berada di sisi ranjangnya. "Ya Tuhan, Gwen. Kenapa..." Gumaman Liam terdengar parau, pria itu menutup mulutnya kembali. Pria itu langsung bangun dari posisi berbaringnya, melihat kantong infus yang sudah hampir habis karena sebagian besar sudah masuk ke dalam tubuhnya membuat Liam memutuskan untuk

