Tiga hari sudah terhitung semenjak sadarnya Tabitha, semua orang berkumpul untuk melihat Artha, disaat itu datanglah Ryan dengan senyum yang mengembang di wajahnya. "Arthur". Arthur yang merasa namanya dipanggil pun menegakkan tubuhnya dan berjalan ke arah Ryan. "Ada apa?" "Ada berita bagus untukmu." "Katakan." "Tabitha dan Artha bisa pulang hari ini." "Kau yakin?" "Ya." "Baiklah terimakasih." "Sama-sama, kalau begitu aku akan urus keperluan kalian." "Oke." Ryan melenggang menjahui Arthur, sedangkan pria itu meraih ponsel di saku celananya dan menghubungi Alexander. "Alex." "Ya boss?" "Kirimkan jet pribadiku." "Boss akan pulang?" "Ya." "Baik, segera saya siapkan." "Bagus." Arthur langsung mematikan sambungan teleponnya dan kembali duduk di samping sang istri seraya membel

