26. PASANGAN KASMARAN

1908 Kata

Pagi yang indah ini disambut oleh senyuman di wajah tyaga dan bianca yang kini sedang saling memandang dari kejauhan. Hari ini seperti yang biasa tyaga lakukan, dia menjemput sang kekasih yang sepertinya tak lagi terlihat pura - pura. Karena interaksi antara keduanya terlihat sangat alami. Bianca yang baru keluar dari pintu rumahnya langsung menyunggingkan senyumnya saat melihat tyaga sedang berdiri sambil bersandar di pintu mobilnya. “Morning, sayang.” sapa tyaga yang kali ini sudah berjalan ke arah bianca dengan senyumannya. “Morning.” balas bianca tak kalah lembut hingga membuat jantung tyaga kembali berdetak hebat. Akhirnya tyaga memeluk bahu bianca sambil menuntunnya berjalan menuju ke tempat kursi penumpang disampingnya. Seperti biasa, tyaga membuka pintu untuk kekasihnya yang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN