Bab 51. Kebohongan Saka

1687 Kata

Richo terdiam sejenak dan kemudian ia memarahi Majarani yang telah merahasiakan hal sebesar itu darinya, "Kenapa kamu nggak pernah bilang? Kenapa kamu menahan rasa sakitnya sendiri? Kenapa?" Majarani menatap Richo dengan mata yang berair, kala pria itu meninggikan suaranya. "Ayah sudah membenci Maja, apakah kakak juga?" tanya Majarani pada kakaknya. "Kakak nggak benci kamu, kakak hanya nggak mau kamu terluka, harusnya kamu bilang," jawab Richo seraya menggenggam kedua tangan Majarani. "Maja! Majarani! Richo!" Panggilan seorang pria membuat Richo segera berdiri dan lanjut membersihkan tubuh Majarani. "Sebentar, Maja masih dibersihkan!" jawab Richo dari dalam. "Oh, oke." Beberapa menit kemudian, Majarani keluar dengan mengenakan baju rumah sakit yang baru. Namun dirinya terus memel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN