Bora membuka mata dan melihat sekeliling ruangan, rupanya dia masih di rumah sakit. Dia bangun dan mendengar seseorang bicara kepadanya. "Apakah kamu sudah bangun?" Bora menoleh. "Dokter Ditya?" "Aku kira kamu akan hilang ingatan setelah tidak sadarkan diri seharian." Ditya tertawa geli dan duduk di tempat favorit Bora di dekat jendela. Bora memegang kepalanya yang sedikit pusing. "Pingsan?" "Apakah kamu tidak ingat?" "Hm?" "Ayahku melihat kamu hampir melukai diri sendiri." Ditya bangkit dari kursi lalu memeriksa suhu tubuh di kening. "Kamu sempat diberikan obat tidur, apakah karena itu?" Bora ingat sekarang. Waktu itu karena terlalu sedih, tanpa sadar meluapkan kekecewaan dengan meletakan handphone di dalam vas air. "Aku sudah ingat sekarang." Ditya menghela napas lega. "Syukurla

