Kau Yang Selalu Ku Benci

2185 Kata
Senja beranjak turun, matahari Yang bersinar terik mendongkrak suhu udara hingga mencapai hampir 37°C Dan ternak ternaknya tak bisa diam. John merasa gerah, berkeringat, Kotor Dan uring uringan, begitu juga para pekerjanya, mereka terlalu banyak menghabiskan waktu mengejar ternak ternak yang kabur Dari pada menyelesaikan pekerjaan mengecap Dan mengimunisasi hewan hewan itu. Dan sekarang ancaman Guntur Yang menggelegar menandakan datangnya badai musim panas. Mereka mempercepat pekerjaan mereka, ingin segera menyelesaikan pekerjaan sebelum badai mengamuk. Debu beterbangan diudara sementara lolongan hewan terdengar makin keras Dan bau kulit terbakar makin mengental. John bekerja bersama para pekerjanya, ia tak takut mengerjakan pekerjaan Kotor itu. Peternakan ini miliknya, hidup nya. Menjalankan bisnis peternakan urusan berat Dan menyangkut banyak pekerjaan kotor , tapi berkat kerja keras Dan tekad membaja John sudah mengubahnya menjadi bisnis yang menguntungkan, sementara banyak orang lain sudah kalah. Ibunya lebih memilih pergi Dari pada menerima kenyataan hidup di peternakan; tentu saja dulu peternakan itu jauh lebih kecil Dari pada sekarang, belum menjelma menjadi kerajaan besar seperti Yang dibangun John. Ayahnya Dan peternakan itu tidak mampu menyokong ibunya Dan gaya hidup yang diinginkan wanita itu. Kadang kadang john puas ketika mengetahui bahwa ibunya menyesal dengan keputusannya meninggalkan suami Dan puteranya bertahun tahun lalu. Ia tidak membenci ibunya; ia tidak Sudi membuang tenaga Dan pikiran untuk itu. hanya saja ia tidak pernah menyukai ibunya ataupun semua orang kaya manja yang membosankan Dan tidak berguna yang dianggap teman oleh ibunya dulu. Nev menegakkan tubuhnya setelah selesai dengan anak sapi terahir, mengusap wajahnya Yang berkeringat dengan kemeja kemudian memandang matahari Dan bayangan awan hitam yang menggantung, tanda badai makin mendekat. "Well, selesai sudah" gerutunya "sebaiknya kita segera memasukan hewan hewan ini sebelum badai datang" kemudian ia melirik bosnya "bukankah kau harus menemui wanita Cabot itu hari ini?" Nev sedang berada digudang bersamanya ketika John berbicara dengan Michelle, jadi mau tak mau ia ikut mendengar percakapan itu. Setelah melirik arlojinya sekilas, John menyumpah keras. Ia lupa janji itu, Dan ia malah kesal karena Nev mengingatkannya. Sangat sedikit orang dimuka bumi ini yang bisa membuat John kesal seperti Michelle Cabot. "b******k, kurasa sebaiknya aku pergi sekarang" matanya enggan. John tahu persis apa yang diinginkan Michelle. Ia sempat kaget karena wanita itu menelpon, bukan nya mengabaikan utangnya begitu saja. Mungkin Michelle akan merengek tentang betapa sedikit sisa uang yang dimilikinya Dan mengatakan dia tak mungkin bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Memikirkan orang itu membuat John ingin mencengkeram bahunya Dan mengguncangnya dengan keras. Atau lebih baik lagi, memukul pantatnya dengan ikat pinggang. Michelle merupakan perwujudan sifat manusia Yang paling dibencinya; parasite manja Dan egois yang tidak pernah melakukan pekerjaan apapun seumur hidup nya. Ayah Michelle membiarkan dirinya bangkrut hanya untuk membiayai gaya hidup mewah putrinya, tapi Langley Cabot memang selalu menjadi orang t***l sejauh menyangkut puterinya. Tidak ada Yang terlalu baik bagi Michelle kecil nya yang tersayang, tidak ada. Sayang sekali Michelle tersayang itu anak manja Yang menyebalkan. sial, wanita itu benar benar membuat John kesal. Dia sudah membuat John kesal sejak pertama Kali mereka bertemu. Michelle mendekati ayahnya Yang sedang bicara dengan John, gayanya dibuat buat Dan wajahnya selalu mendongak angkuh, seakan hidungnya mencium bau tak sedap. Yah, mungkin memang begitu, baru keringat akibat pekerjaan fisik tentunya merupakan aroma asing bagi wanita itu. Michelle menatap John seakan ia melihat cacing, kemudian memutuskan bahwa John tidak penting bagi nya. Ia berbalik membelakangi John Dan mulai membujuk serta merayu ayahnya untuk mendapatkan sesuatu dengan gaya golden girl nya. "Well, bos, kalau kau tak ingin menemui makhluk manis yang cantik itu, dengan senang hati aku mau menggantikan mu" Nev menawarkan diri sambil meringis. "Tawaran yang menggoda" kata John masam ia melirik arlojinya sekali lagi. Ia bisa saja pulang Dan mandi, tapi itu akan membuat nya terlambat ia sudah tak terlalu jauh Dari peternakan Cabot sekarang Dan John sedang tidak berminat untuk pulang Dan mandi, lalu melakukan perjalanan jauh itu sekali lagi hanya supaya hidung Michelle Yang cantik tidak terusik. Michelle harus menerima John apa adanya: debu, keringat, Dan semuanya. Lagipula, Michelle lah Yang mengemis pertolongannya. Dengan moodnya saat ini, John bisa saja menuntut pembayaran utang itu, tahu Persis Michelle tak kan mampu membayarnya. Dengan sinis John bertanya tanya, mungkinkah Michelle akan menawarkan cara lain untuk membayar utangnya. Ia akan mengikuti permainan Michelle, biar wanita itu tahu rasa. Wanita angkuh itu pasti meringis jijik membayangkan John menikmati tubuhnya yang terawat. Bagaimanapun, John kasar, Kotor Dan bekerja untuk hidup. Saat duduk dibelakang kemudi Mobil nya, John tidak bisa menyingkirkan bayangan Yang mulai terbentuk dalam benaknya: Michelle berbaring dibawahnya, tubuhnya Yang langsing telanjang bulat, Dan rambutnya Yang keemasan menyebar di bantal sementara John bergerak memasukinya. John merasa tubuhnya merespon bayangan provokatif itu, Dan ia menyumpah pelan. Bertahun tahun lamanya ia mengamati, merindukan menginginkan Michelle, sekaligus ingin mengajar wanita itu supaya tidak bersikap begitu sombong Dan egois lagi. Orang lain tidak pernah memandang Michelle seperti itu; wanita itu bisa mempesona kalau ia mau, Dan ia lebih memilih menebar pesonanya pada orang orang lokal, mungkin hanya untuk bersenang senang dengan kepolosan orang orang itu. Para peternak Dan petani didaerah ini sangat ramah. Mereka sering mengadakan acara kumpul kumpul informal untuk menghibur diri setelah bekerja keras seharian, berpesta Dan mengadakan barbeque hampir disetiap ahir pekan, Dan Michelle berhasil membuat mereka semua tunduk pada nya. Mereka tidak pernah melihat sisi pribadi Michelle Yang ditunjukkan kepada john; Michelle selalu tertawa, berdansa... Tapi tidak pernah dengan John. Michelle akan berdansa dengan semua lelaki di daerah itu, tapi tidak pernah dengan John. John selalu mengamati Michelle, Dan Karena ia lelaki sehat dengan libido sehat, John tidak bisa mencegah tubuhnya bereaksi terhadap tubuh sexy Michelle Yang luwes Dan senyumnya yang cerah, meakipun ia marah kepada dirinya sendiri karena bereaksi kepada Michelle. John tidak mau menginginkan Michelle, tetapi memandangi wanita itu saja sudah membuat John lapar. Lelaki lain juga memandangi Michelle dengan lapar, termasuk Mike Webster. John seperti nya tak akan bisa memaafkan Michelle atas apa Yang telah dilakukannya terhadap Mike. Pernikahan Mike bahkan sudah goyah sebelum Michelle muncul dengan gayanya Yang menggoda Dan tawanya yang mempesona. Mike bukan lawan yang seimbang bagi Michelle; lelaki itu langsung jatuh cinta pada Michelle, sehingga pernikahan keluarga Webster tak dapat diselamatkan lagi. Setelah itu Michelle beraksi mencari korban baru, Dan Mike ditinggalkannya tanpa apapun selain hidupnya Yang hancur. Peternak muda itu kehilangan apa Yang diperolehnya lewat kerjakeras selama bertahun tahun, Dan terpaksa menjual peternakan untuk membayar tunjangan perceraiannya. Mike hanya lah korban lain yang hancur lebur gara gara keegoisan Michelle, sama seperti apa Yang terjadi pada ayah wanita itu. Bahkan ketika Langley terlibat masalah keuangan yang berat, ia masih saja membiayai gaya hidup Michelle yang mahal. Ayahnya semakin terpuruk, tapi wanita itu masih berkeras membeli segala macam kain sutera Dan berlian, berlibur Dan main ski. Dibutuhkan lelaki yang sangat kaya Dan kuat untuk menghidupi Michelle. Membayangkan dirinya menjadi orang yang akan menyediakan semua itu untuk Michelle Dan mendapatkan beberapa hak tertentu karenanya, terus menerus menggoda pikirannya. Tidak peduli berapa marah, kesal, atau jijik dirinya terhadap Michelle, John tidak bisa mengendalikan response fisiknya terhadap Michelle. Ada sesuatu dalam diri Michelle yang membuat John ingin mengulurkan tangan Dan memeluk wanita itu. Michelle kelihatan, terdengar, Dan beraroma begitu mahal; John ingin tahu apakah tubuhnya wanita itu terasa sama mahalnya , apakah kulitnya selembut kelihatannya. John ingin membenamkan wajahnya dirambut Michelle Yang berkilauan ditimpa sinar matahari, mencicipi bibir Yang lembut Dan lebar itu, menelusuri tulang pipi Yang sempurna itu dengan ujung jarinya, menghirup aroma kulit Michelle yang selalu membuat perutnya menegang. John sudah menghirup aroma manis Michelle sejak pertemuan pertama mereka, parfum dirambut Dan kulit nya, Dan Manis nya tubuh itu dibawahnya. Michelle memang mahal, terlalu mahal bagi Mike Webster, Dan bagi laki laki t***l Dan Malang yang sempat menjadi suaminya namun ditinggalkan wanita itu, Dan pastinya ia juga terlalu mahal bagi ayahnya sendiri. John ingin merasakan kemewahan itu Dan mabuk didalamnya. Insting maskulin Yang murni dan primitif, reaksi hewan jantan Dan betina yang sudah matang. Mungkin Michelle memang penggoda, tapi ia telah memancarkan sinar sonar yang tepat, yang telah membuat semua lelaki berlarian panik mendapatkannya bagai lebah lebah terbang menuju bunga yang paling manis. Saat itu Michelle memang tidak memiliki pasangan, tapi John yakin tidak lama lagi akan ada lelaki lain yang masuk ke hidup wanita itu. Kenapa bukan aku Yang menjadi lelaki itu? Pikir John. Ia sudah lelah menginginkan Dan melihat Michelle mendongakkan kepalanya dengan angkuh padanya. Michelle tidak akan bisa lagi menghina John seperti Yang biasanya dilakukannya dulu, itu harga Yang harus dibayar Michelle atas seleranya Yang mahal. John menyipitkan mata berusaha memandang menembus tirai hujan yang mulai menerjang kaca mobilnya, memikirkan kepuasan yang akan dinikmatinya saat Michelle bergantung pada nya untuk semua Yang dipakai Dan dimakan wanita itu. Kepuasan yang sangat primitif. Ia akan memanfaatkan Michelle untuk memuaskan rasa lapar fisiknya, tapi tak akan pernah membiarkan wanita itu mendekatinya terlalu jauh hingga mengaburkan pikiran Dan penilaiannya. Ia tak pernah membayar wanita sebelumnya, tidak pernah mempunyai wanita simpanan, tapi kalau itu Yang harus dilakukannya untuk mendapatkan Michelle, ia akan melakukannya. Ia tidak pernah menginginkan wanita lain seperti ia menginginkan Michelle, jadi ia merasa itu sepadan. Badai Yang mengancam itu akhirnya datang juga menumpahkan tirai hujan deras Yang menerjang kaca depan mobilnya dengan kejam Dan mengaburkan pandangannya, hingga kerja keras wiper itu tidak banyak berarti. Tiupan ingin kencang mendorong truk, memaksa John berjuang sekuat tenaga supaya mobilnya tidak terseret keluar Dari jalanan. Pandangannya begitu kabur sehingga ia nyaris tidak melihat tikungan menuju peternakan Cabot meskipun ia mengenal jalan itu seperti ia mengenal wajahnya sendiri. Wajah John tampak muram oleh amarah ketika ia berkendara ke rumah kelauraga Cabot, rasa jijiknya semakin menjadi jadi ketika memandang sekelilingnya. Meskipun hujan deras John tahu tempat itu sudah tidak keruan. Pekarangan rumah itu penuh rumput liar, gudang Dan kandang ternak ternaknya tampak mengenaskan karena kosong Dan tidak terurus, Dan ladang ladangnya Yang dulu dipenuhi sapi brahman terbaik tampak kosong. Kerajaan kecil sang ratu telah luluh lantak. Meskipun John sudah memarkir mobilnya sedekat mungkin kerumah, tetap saja tubuhnya basah kuyup setelah berlari kencang memasuki teras saking derasnya hujan badai itu. John memukul mukul topi jeraminya dengan keras kepahanya untuk mengeluarkan air hujan Dan tidak memakainya lagi. Tangannya terangkat untuk mengetuk pintu, tetapi pintu itu sudah terbuka sebelum John sempat mengetuknya. Michelle berdiri disana, memandang John dengan tatapan meremehkan yang sudah sangat dikenal John. Wanita itu sekilas tampak ragu, seakan enggan membiarkan John untuk masuk karena takut karpet rumah nya akan basah oleh tetesan air hujan. Michelle lalu membuka pintu kasa itu Dan berkata "masuk lah". John membayangkan betapa menyakitkannya bagi Michelle untuk bersikap manis pada nya karena utang $100.000 itu. John berjalan melewati Michelle, Dan memperhatikan wanita itu melangkah mundur supaya tidak terkena pakaian dan tubuhnya yang basah kuyup. Tunggu saja, pikir John geram. Tak lama lagi aku tidak hanya menyentuk sekilas tubuh mu, tapi aku akan memastikan kau menyukainya, mungkin wanita itu bersikap angkuh sekarang, tapi keadaannya akan berbeda saat ia berbaring telanjang dibawahku, pikir John, dengan kedua kakinya yang terangkat merengkuh pinggangku saat ia menggeliat nikmat. John tidak hanya ingin memanfaatkan tubuh Michelle, tetapi ia juga ingin Michelle mendambakannya, merasa sama laparnya Dan terobsesi seperti John sendiri. Itu akan menjadi pembalasan yang adil Dan memuaskan, setelah semua lelaki Yang dihancurkan Michelle. John bahkan berharap Michelle akan mengatakan sesuatu Yang kasar, supaya ia mendapatkan alasan untuk menyentuh wanita itu. Bahkan jika ia terpaksa menyentuhnya dalam amarah. John ingin menyentuh Michelle, tidak peduli apapun alasannya; ia ingin merasakan kehangatan Dan kelembutan wanita itu ditangannya; ia ingin membuat wanita itu merespon dirinya. Tapi Michelle tidak mengatakan apapun yang menyakitkan seperti biasanya, wanita itu malah berkata "mari masuk keruang kerja ayahku" Dan berjalan mendului menyusuri koridor, meninggalkan aroma parfumnya yang begitu menggoda. Michelle tampak begitu tak tersentuh dengan celana panjang Dan blus sutera warna putih yang begitu bersih Dan membungkus tubuh sexynya dengan indah, tapi tetap saja tangan John gatal untuk menyentuhnya. Rambutnya Yang keemasan diikat kebelakang, diatas tengkuknya dengan sebuah jepit rambut lebar warna emas.Penampilan Michelle Yang sempurna tampak begitu kontras dengan penampilan kasarnya, Dan John bertanya Tanya apa Yang akan dilakukannya wanita itu jika ia menyentuhnya, bila ia merengkuhnya erat hingga membuat blus suteranya basah Dan ternoda. John begitu Kotor, berkeringat, menguarkan baru kuda Dan ternak, Dan ia basah kuyup; tidak, Michelle tidak mungkin mau disentuh olehnya. "Silahkan duduk" kata Michelle sambil melambaikan tangannya ke kursi berlapis kulit didalam ruangan itu "kau pasti sudah bisa menduga kenapa aku menelpon mu" Ekspresi wajah John tampak semakin sinis "sepertinya begitu" "Aku menemukan dokumen perjanjian pinjaman itu ketika sedang membersihkan meja kerja ayah semalam. Aku tidak ingin membuat mu mengira aku akan mencoba mengelak membayarnya, tapi saat ini aku tidak mempunyai cukup uang untuk_" "Jangan membuang buang waktu ku" ujar John memotong perkataan Michelle Michelle mendongak Dan memandang John. Lelaki itu tidak duduk di kursi Yang ditunjukkannya tadi; dia sedang berdiri, terlalu dekat, menjulang diatasnya, Dan tatapan lelaki itu membuat Michelle gemetar. "Apa?" "Semua basa basi itu; tidak perlu buang buang waktu lagi. Aku tahu apa Yang akan kau tawarkan pada ku, Dan aku bersedia. Sudah lama aku ingin mendapatkan Dan memiliki mu, honey; tapi jangan kira beberapa permainan kilat bisa melunasi utang mu, karena itu tidak akan cukup. Aku selalu menuntut hal yang sepadan atas setiap sen Yang kukeluarkan".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN