Positif

1305 Kata

''Ma, Naura ingin tidur di sini.'' "Boleh, sayang sini." Naura tersenyum bahagia."Naura mimpi buruk, Ma." "Sini sayang." Elang hanya tersenyum lalu mengecup pipi Arumi. Malam hari, embusan napas teratur Elang menerpa kulit leher Arumi. Tangan pria itu melingkar erat di pinggang sang istri, sama seperti semalam. Arumi sedikit beringsut, kenapa tiba-tiba suaminya bisa memeluknya? Bukankah ada Naura sebagai pembatas diantara dirinya juga suaminya itu. Arumi berusaha mencoba melepas belitan tangan Elang. Tapi bukannya mengendur, pelukan itu justru terasa semakin mengencang di perutnya. "Biarkan gini, sayang," bisik Elang dengan suara sedikit serak. Ia ingin menjauh, tapi tangan suaminya tepat di atas perut Arumi membuatnya merasa begitu nyaman. Keduanya saling diam diselimuti kehening

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN