Tak Percaya

1617 Kata

Mobil meninggalkan rumah indah milik Elang, menuju mall di pusat perbelanjaan terbesar dikota ini, Arumi menatap keluar cendela lalu kembali menatap jalanan. sesaat ia menatap suaminya yang fokus menyetir. "Cantik kamu pagi ini. Sayang" Ucapan itu membuat Arumi lagi-lagi terkejut dan tentu menjadikan pipi Arumi bersemu merah. Karena jujur Arumi merasakan hangatnya. "Pagi-pagi aku sudah sarapan pujian, Mas. Sejak kapan sih suka merayu gini jadinya." "Sejak nikahin kamu lah, Sayang." Terlihat senyum terukir di bibir Elang yang masih fokus menyetir. Angin pagi mengiringi perjalanan mereka di dalam mobil. Arumi melihat beberapa ekor burung hinggap di pepohonan. Mungkin saja sedang mencari makan. 'Aku tak tahu kenapa bisa sebahagia ini.' Batin Elang "Rum, terima kasih sudah mengisi hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN