Siapa Pengiriman Buket Bunga Itu

1350 Kata

Arumi melangkah menuju kamarnya dan menaruh bunga di atas nakas. Ia lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai ia duduk di teras. Memperhatikan buket bunga yang dikirim tadi, apa yang harus ia lakukan. Tapi sepertinya bukan Levin yang membelikannya. Tidak lama kemudian, ada pemuda menghentikan sepeda motor di pinggir jalan. Dan melangkah masuk ke arah teras. Ditangannya membawa buket bunga lagi. "Iya, Mas." "Ini buat siapa, Mas?" tanya Arum penasaran. "Ya, Mbak, ini buat, Mbak Arum," ucapnya sambil memandang Arumi. "Siapa yang nyuruh, Mas. Mengirim bunga ke sini?" "Bos saya, Mbak. Dari toko bunga." "Oh, boleh tahu nggak? Siapa yang mengirim itu?" Arumi makin penasaran. Pemuda itu tersenyum. "Maaf, Mbak, saya tidak tahu. Saya hanya disuruh mengirim ke alamat in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN