"Nyonya Anisa Mahendra," Anisa yang sedang duduk di samping Jordan berjalan masuk kedalam ruangan dokter kandungan. Anisa berjalan lebih dulu dari suaminya, karena suaminya bilang kalau suaminya itu mau mengangkat telepon dari rekan kerjanya dulu. Anisa terkejut ketika membuka pintu ruangan dokter kandungan. Dia menggaruk pelan pipinya dengan wajah gugup. "Kenapa masih berdiri di depan pintu, Sa? Ayo masuk. Nungguin aku ya," Jordan mengusap rambut istrinya dan memeluk pinggangnya mesra. Anisa melirik tangan suaminya yang ada di pinggangnya. Anisa merasa tidak nyaman ketika melakukan kontak mesra Dengan suaminya di depan laki-laki yang dulu pernah dekat dengannya. "Maaf Mas, geli." Ucap Anisa sambil melepaskan tangan suaminya dari pinggangnya. Anisa berjalan masuk kedalam ruang prakte

