Malam ini Zeline menghampiri sang Papa yang sedang terduduk di ruang kerjanya, dengan mata yang terfokus pada laptop di depannya. Saputra menyadari kehadiran sang putri semata wayangnya, pria paruh baya ini pun menghentikan sejenak aktifitasnya lalu tersenyum pada Zeline seraya melepaskan kacamata baca yang bertengger di hidungnya. Zeline meletakan satu cangkis teh hangat di atas meja kerja sang Papa, dengan senyum manis yang terukir di wajah cantiknya. "Terimakasih sayang," ucap Saputra "Ada apa nak? Tumben sekali kamu menemui Papa di ruang kerja seperti ini" lanjut Saputra seraya menyeruput teh hangat yang di buatkan oleh putrinya. "Papa" rajuk Zeline. Saputra pun tersenyum pada putrinya, "Enak sekali tehnya" puji Saputra yang membuat Zeline tersenyum manis pada sang Papa. "Ada apa

