"Aaarrrrggh!" Racau Zeline dengan tangan yang memukul kemudi mobil, saat ini dirinya masih berada di parkiran gedung Aksa Group, wanita itu terduduk di dalam mobilnya sambil meracau tentang Arion yang sudah membuat dirinya begitu emosi hari ini. "Lihat saja Ar, apa yang bisa aku lakuin buat kamu!!" Racaunya lagi. "Ayok berpikir Zel, ayok!!" Gumamnya seraya memejamkan mata dengan kepala yang dia sandarkan pada sandaran kursi mobil. Ponsel Zeline berbunyi menandakan adanya panggilan masuk, dengan enggan Zeline meraih ponselnya di dalam tas kecilnya, mata dan otak liciknya berbinar begitu melihat nama si penelepon. Senyum miring pun tersungging di satu sudut bibirnya, dengan segera Zeline mengangkat panggilan masuk. "Halo pa" "Halo Zel, kamu di mana?" Zeline pun menjalankan aksinya. "Ak

