Setelah acara makan malam kemarin yang tidak sesuai dengan ekspetasi Zeline, wanita itu menjadi lebih banyak mengurung dirinya di kamar, membuat Saputra sedikit khawatir dengan keadaan sang putri. Kali ini Saputra mencoba untuk mengajak Zeline berbicara, agar putrinya itu tidak terus terpaku kepada satu pria saja, dan terlebih lagi pria itu tidak mencintai Zeline sama sekali, dan malah sudah memiliki tambatan hatinya sendiri. Saputra mengetuk pintu kamar Zeline, "Zel, bisa bicara sebentar sama papa, nak?" Tanya Saputra seraya mengetuk pintu kamar Zeline. "Zel!" Panggilnya lagi dengan masih mengetuk pintu kamar sang putri. Saputra sudah merasa putus asa, karena Zeline tidak membukakan pintu kamarnya, namun sesaat setelahnya terdengar suara kunci yang di buka, dan nampaklah sosok Zeline y

