Tak henti-hentinya sedari tadi Dira menggigit jari telunjuk tangannya. Ketenangan dan kebahagiaan yang baru saja dirasakan olehnya beberapa saat lalu, kini mulai lenyap begitu saja, setelah dia mendengar pembicaraan dari Azka dan asistennya. Dipikirnya, salah satu hama yang mengganggu kehidupannya telah hilang dan tak akan mengganggu dirinya. Namun, apa yang dipikirkannya itu ternyata salah. Dira terlalu merasa euforia atas hilangnya salah satu parasit yang mengganggu kehidupannya dan sampai lupa bahwa ada parasit lainnya yang mungkin dapat membantu kawanan nya untuk bisa selamat. Yah, Dira sangat yakin sekali kalau sosok yang telah membuat kekacauan ini, tak lain tak bukan adalah Riko. Mereka berdua berteman dekat, terbukti dengan panggilan yang dulu Pak Bram dapatkan. Jika mem

