Aku bertopang dagu memperhatikan wajah tidur Elanor yang tampak damai. Kemarin malam setelah aku merawatnya, aku terus saja duduk di tepian kasur menatapnya dengan cemas. Rasanya aku tidak bisa tenang sebelum melihat bola mata hitam indah Elanor yang menatapku. Jam sudah menunjukan pukul 6:50 am dan aku masih saja belum bisa tidur, dengan gusar aku putuskan untuk menyiapkan sarapan untuk Elanor, dengan gesit tanganku terus bergerak menyiapkan omelet rice sementara kepalaku masih dipenuhi oleh kecemasan mengenai Elanor. Tanpa sadar dua piring omelet rice dua gelas s**u coklat panas favorite Elanor sudah siap diatas mampan, aku pun membawanya ke kamar kami dan tersenyum ketika aku melihat Elanor yang sudah bangun dan terduduk di tepian kasur. "Selamat pagi Elanor? Masih sakit? Mau aku per

