Aku melempar keyboardku dengan kasar hingga menabrak dinding sampai hancur. Membuat my queen mengelengkan kepalanya, itu sudah keyboard ke lima yang aku hancurkan untuk melampiaskan keputusasaanku. "Sudah Marv, kita istirahat dulu." Ucap my queen seraya menyodorkan sebotol bir. Aku langsung menerima dan meneguknya sementara gadis kecil itu meminum bir miliknya dicampur dengan irisan lemon, membuat rasanya menjadi aneh. Setelah aku menumpang disini beberapa bulan terakhir, aku telah berhasil membuat kami berdua menjadi pemabuk berat, dengan sampah dari makan siap saji memenuhi sudut ruangan dan gelas-gelas kopi plastik yang membuat kami nyaris tidak bisa tidur. Bahkan my queen harus mengrelakan satu semester kuliah management bisnisnya di Harvas demi membantuku, untung saja paman Gilbert

