Sekali lagi Bastian memandang kedua insan manusia di hadapannya dengan tajam dan tatapan jijik . Ia membereskan semua barangnya dan pergi berjalan meninggalkan panggung sandiwara yang selama ini ia tempati bersama dengan Bintang. Bastian pergi dengan membawa kepingan hatinya tidak akan pernah menyatu kembali. Hatinya perih , sakit dan dadanya terasa begitu sesak. Ia tidak tahu kemana perginya semua oksigen yang berada di sekitarnya. Cinta memang bukan sebuah dosa, tetapi cinta adalah sebuah penyakit. Penyakit yang tidak mudah untuk disembuhkan. Bintang menatap kepergian Bastian dengan sedih. Air matanya jatuh begitu saja dan membasahi pipinya. Air mata yang sedari tadi ia tahan dengan susah payah, keluar seakan berlomba saat ini. Ia menangis tanpa suara. Hatinya terasa begitu perih, begitu

