"Nona Bintang Mahesti... Saya sudah menunggu kedatangan anda dari tadi." seorang lelaki tampan dengan pakaian formal menyambut Bintang. Bintang tersenyum tipis dan dengan ragu berjalan ke arah helicopter yang telah disiapkan untuknya itu. Jantung Bintang berdebar dengan kencang. Rasa bahagia, rindu, takut dan ragu telah bercampur aduk di dalam hatinya. Tidak ada kata-kata yang dapat mewakili rasa yang bercampur aduk itu. Helicopter itu membawanya dari rumah sakit itu. Bintang tersenyum saat melihat pemandangan di bawahnya. Cahaya-cahaya lampu kota Jakarta membuat kota metropolitan itu terlihat bagaikan sebuah kota dengan sejuta cahaya bintang. Bintang menggenggam dress pada bagian dadanya. Rasa takut mendominasi benaknya. Sudah enam bulan lamanya ia tidak bertemu Bastian. Ia tidak tahu k

