Merelakan (Ending)

1170 Kata

Satu-satunya tujuanku sekarang adalah Alendra. Kenapa tidak sejak awal saja kudatangi pria itu? Ah, untung saja Mama menyinggungnya, jadi aku sadar bahwa sutradara sok kegantengan bernama Alendra yang membawa istriku. Yah! Pasti dia. Saat sampai di depan gerbang rumah mewah milik keluarga Alendra, hari mulai beranjak petang. Beberapa kali negosiasi dengan satpam dan tak diizinkan masuk, akhirnya aku berteriak membuat kegaduhan hingga pemilik rumah ke luar. Ibu Wenda melihat dengan menyilang tangan di d**a di depan pintu rumah dengan dua orang pelayan berdiri di kedua sisi. Tak lama Mayang dan Rama kecil juga ke luar. "Papaa!" teriak Rama kecil dengan polos. Membuat Bu Wenda seketika menatap anak itu. Ekspresi Mayang terlihat tak nyaman karenanya. Kulambaikan tangan pada Rama kecil. Duh

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN