Aslan menunduk menatap ubin yang kini ia pijak. Dirinya pasrah jika Daniel memecatnya. Karena memang dirinya sering mangkir dari pekerjaan demi menemani sang anak. "Aku tau kesulitanmu Lan, sangat. Tapi bisakah kau membagi waktumu untuk sedikit lebih fokus pada pekerjaan? aku memang pemilik perusahaan ini tapi terus terusan mentolerirmu akan berpengaruh terhadap kontribusi kinerja para karyawan lain." Daniel menatap sanga adik ipar dengan tatapan iba, namun perusahaannya memiliki aturan dan standar yang tak main-main. "Jika kau ingin memecatku, langsung saja Dan. Aku sendiri sudah lelah. Fisikku bagai di paksa bekerja meski sudah tak sanggup lagi. Di rumah aku harus mengurus Alan sepanjang malam jika putraku rewel. Dan besok paginya aku harus kembali bekerja tanpa peduli betapa lelahnya

